UMMU ‘UMARAH RADHIALLAHU ‘ANHA

Januari 23, 2008

Kehidupan dunia dengan segala penderitaannya seolah tak lagi berarti baginya, manakala dia telah mendengar janji indah tentang surga. Sepenuh pengorbanan jiwa dan raga dia berikan untuk Allah dan Rasul-Nya.

Mungkin orang yang belum pernah mendengar namanya akan mengernyitkan dahi sembari bertanya, siapakah dia? Namun tak mungkin diingkari, dia adalah seorang shahabiyah yang memiliki untaian kemuliaan besar. Kemuliaannya tertulis dalam sejarah kaum muslimin. Dia bernama Nusaibah bintu Ka’b bin ‘Amr bin Mabdzul bin ‘Amr bin Ghanam bin Mazin bin An Najjar radhiallahu ‘anha. Ibunya bernama Ar Rabbab bintu ‘Abdillah bin Habib bin Zaid bin Tsa’labah bin Zaid Manat bin Habib bin ‘Abdi Haritsah bin ‘Adlab bin Jasym bin Al Khazraj.

Baca entri selengkapnya »


Aida

Januari 20, 2008

Menjelang lebaran raye
Mamak bilang aku lah lahir ke bumi
Jadilah aku Aida diberi name
Tetua bilang suci ied fitri
Itu artinye

Mengeja abjad latin membace arab melayu
Menderas qur’an
Kelas empat sekolah dasar
cukup selesai sahaje

Setelah itu
Karena Aida name saye
Mestinya berbakti pada umi buruh mencuci
Jadi biar saya dimasjid tua mengabdi
Berharap rizki pembeli nasi
Di belasan tahun usia saye kini
tak boleh ade iri dengki di hati
Indak mengape,
Tapaki hidup ombak mengalun sekoci
Jalani waktu bagai mengalir
Tuhan juga ada kan di sini ?
lagipula
Tak tidur mengantuk Tuhan
Ia Nya dekat di nadi
Menggenggam diri ….


Karena ingin dimengerti…

Februari 10, 2010

Inspirasi dari seorang teman, sahabat tercinta, semoga Allah meridhoimu, Amelia

Suatu ketika sepasang pengantin baru berjalan-jalan menikmati indahnya perkampungan yang masih belum tersentuh bising dan aroma kota. Ketika mereka bercanda, tiba-tiba terdengar suara dari kejauhan “Kuek.kuek..kuek”.

“Dengar sayang, ada ayam” kata istrinya,
“bukan..bukan, itu suara bebek” kata suaminya.
“nggak, itu suara ayam” istrinya bersikeras.
“istriku..itu suara bebek, suara ayam itu bunyinya “kukururyuuuuk”, kalau bebek itu ya “kuek..kuek..kuek”, nah itu bebek sayang, bukan ayam “kata suaminya mencoba menjelaskan.
“Nggak, aku yakin itu suara ayam” kata istrinya.
“Sayang, itu bebek, kamu ini..kamuuuuuuuu” suaminya agak kesal, seketika itu basahlah pipi istrinya, dia menangis sambil tersendu tapi tetap berkata.
“Aku yakin itu ayam, bukan bebek” masih kata istrinya.
Kemudian sang suami sadar tak mau ribut lagi dan berkata.
“Ya kamu benar sayang, itu suara ayam” kata suaminya bersamaan dengan suara dari kejauhan ..kuek..kuek..kuek..

Kadang seorang suami memang perlu bersikap demikian. Untuk sesuatu yang kecil dan sepele tak perlu terlalu diributkan. Yang terpenting adalah membangun keharmonisan rumah tangga. Pertikaian dan hancurnya rumah tangga seringkali terjadi karena kita meributkan hal-hal sepele. Maka dari itu, untuk mencegahnya kita perlu sesekali memahami isi hati seorang wanita yang kita cintai itu.

Dan pada akhirnya, untuk menghormati dia, seorang wanita yang kita cintai, kita perlu bersikap bijaksana. Itu semua perlu dilakukan, seperti syair dalam lagu pop… karena wanita ingin dimengerti. Itu saja!